BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, HM Jhon Krisli kembali mengkritisi tingkat kehadiran Bupati Kotim pada agenda DPRD, seperti rapat paripurna, pembahasan anggaran, dan lainnya.
"Belakangan ini kepala daerah semakin jarang berada di tempat. Terutama untuk kegiatan di DPRD selalu saja diwakilkan," kata Jhon, Minggu (9/9/2018).
Pernyataan Jhon ini sebagai kritikan terhadap kepala daerah. Dia meminta agar jangan sering keluar daerah, apalagi jabatannya hanya tersisa 2 tahun.
Bahkan, ada keluhan anggota DPRD Kotim selama ini, lantaran tingkat kehadiran minim dari kepala daerah membuat legislator bersemangat, termasuk jajaran SOPD yang juga kerap kali terlihat hadir hanya diwakilkan.
"Padahal harapan kami dari DPRD bupati banyak di dalam daerah, supaya fungsi koordinasi dan komunikasi itu berjalan dengan baik. Jangan berada di luar daerah terus," tukasnya.
--page
Menurutnya dengan kondisi kepala daerah yang jarang berada di tempat akan berpengaruh kepada proses pembangunan daerah itu sendiri.
Dia juga menuding alasan bupati ke luar daerah untuk lobi anggaran dan sebagainya, hanya sebuah hal yang mengada-ada.
"Soal anggaran itu urusan Kepala SOPD untuk melobi sesuai bidangnya di kementerian, bukan tugas bupati," tegas dia.
Jhon melihat kondisi itu membuat fungsi koordinasi antara eksekutif dan legislatif tidak berjalan dengan baik. Bahkan dia pesimistis apa yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bisa tercapai.(NACO/B-1)








