BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Hero Harapanno Mandouw menilai urusan kesejehteraan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan masih dikesampingkan.
Pasalnya dalam pembahasan, dinas tersebut selalu mengusulkan urusan kesejahteraan. Padahal tanpa diusulkan, urusan itu harusnya jadi hal yang utama.
"Jangan anggap sepele urusan kesejahteraan petugas Damkar ini. Apalagi di saat seperti sekarang ini, pekerjaan mereka sangat luar biasa," kata Hero, Senin (10/8/2018) saat pembahasan APBD Perubahan di DPRD Kotim.
Tidak hanya soal kesejahteraan, pemkab juga diminta untuk menyediakan alat komunikasi bagi petugas damkar di 168 desa. Sebab, ada sejumlah daerah yang tidak bisa dijangkau melalui saluran ponsel.
Agar, jika terjadi kebakaran, personel di pedalamanan bisa langsung berkomunikasi dengan petugas di kabupaten.
--page
"Kebakaran terutama lahan ini terjadi hampir di mana-mana. Kami rasa anggaran untuk itu tidak seberapa," kata Hero.
Menurut Hero soal anggaran untuk damkar, mereka selaku mitra kerja akan selalu mendukung. Agar dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan bisa berjalan dengan lancar. (NACO/B-11)








