SAMPIT –

BORNEONES, Sampit - Polres Kotim masih menunggu hasil uji laboratoriuam sampel air Sungai Seranau, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), lokasi ribuan ekor ikan mati secara mendadak.

"Sudah diambil sampel airnya di beberapa titik. Yang melakukan uji lab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim," kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Junianto Supriyadi mewakili Kapolres AKBP Mohammad Rommel, Senin (10/9/2018).

Adapun hasil uji sampel air sungai di laboratorium akan keluar dalam waktu dekat ini, delapan hari lagi, tepatnya 18 September mendatang. Apabila terbukti ada zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam sampel air itu, proses akan dilanjutkan sesuai jalur hukum.

Sebelumnya, berbagai dugaan penyebab ribuan ikan mati akibat keracunan. Ada juga yang menduga limbah sawit mencemari sungai. Sebelum mati, beberapa ikan muncul ke permukaan dengan kondisi tidak berdaya.

Polres Kotim berjanji akan menyelesaikan kasus matinya ribuan ekor ikan secara misterius ini. 

--page

"Informasinya hasil uji lab akan keluar pada tanggal 18 September 2018 nanti. Kita lihat, apakah memang mengandung zat kimia berbahaya atau tidak. Apabila memang ada dan menuju tindak pidana maka akan kami proses. Sudah ada sembilan saksi yang kami periksa," tutur Kasat Reskrim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)