SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tingginya angka kejadian penyakit tidak menular di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai tidak hanya memberikan dampak beban biaya bagi masyarakat penderita saja namun juga bagi pemerintah daerah dalam bidang kesehatan. 

"Meningkatnya kasus penyakit tidak menular akan menambah beban pemerintah dan juga masayarakat. Karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Senin (10/9/2018). 

Penanganan kasus penyakit tidak menular memang tidak akan terasa langsung oleh masyarakat. Namun sedikit demi sedikit biayanya akan bertambah besar. Terutama saat sudah diserang oleh penyakit tersebut.

Bahkan, untuk pemulihannya juga tidaklah secepat yang dikira, atau bahkan penyakit tersebut terkadang tidak bisa disembuhkan. 

"Biaya yang besar untuk penyembuhan tersebut tentunya dapat menyebabkan kemiskinan," kata Taufiq. 

--page

Tidak hanya menjadi penyebab kemiskinan, namun juga menyebabkan kecacatan dan kematian. Yang tentunya berdampak pada hilangnya potensi atau modal sumber daya manusia dan menurunnya produktivitas yang akhirnya memengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi. 

Selain itu, pengobatannya juga membutuhkan teknologi tinggi. Sehinga tidak bisa dilakukan sembarangan, dan secepatnya disembuhkan. Namun harus melalui tahapan pengobatan yang cukup panjang. 

"Oleh sebab itu, lebih baik menjalankan pola hidup sehat sejak dini. Agar tidak mengindap penyakit tidak menular seperti kencing manis, stroke, dan jantung tersebut," terang Taufiq. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)