NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Penganekaragaman konsumsi pangan atau diversifikasi pangan sangat penting untuk membudayakan pola pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk hidup sehat yang aktif hingga produktif dalam kebijakan pada peningkatan produksi kecukupan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau Muhamad Irwansyah, kemarin. "Pola konsumsi pangan sekarang ini masih belum seimbang yang ditandai dengan tingginya konsumsi padi terutama beras, masih rendahnya konsumsi pangan hewan, umbi-umbian, serta sayur dan buah," ujar dia.

Menurut Irwansyah, pemanfaatan sumber pangan lokal seperti umbi, jagung, dan sagu masih relatif rendah. Untuk mempercepat Penganekaragaman Pangan Konsumsi Pangan tentunya harus mengoptimalisasikan pemanfaatan pekarangan melalui Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan  model pengembangan pangan pokok lokal.

Dari KRPL yang ada, bila diurus dengan baik akan langsung memperkuat kebutuhan keluarga bahkan bisa memperbaiki gizi dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. "Pemilihan lokasi akan bisa ditempatkan pada pekarangan rumah yang ada dan konsen terhadap pangan," ungkapnya.

Menurut Irwansyah, hasil produksi KRPL, biasanya digunakan untuk kebutuhan sendiri dan keluarga hingga kelompok. Akan tetapi, bila hasilnya melimpah, biasanya dijual ke pasar yang keuntungannya untuk penambahan operasional KRPL itu sendiri.

--page

Selanjutnya, pemilihan tanaman yang dikembangkan, selain sayur-sayuran untuk kebutuhan pokok keluarga, juga disesuaikan dengan potensi komoditas daerah masing-masing. "Dan yang terpenting yang ditanam pertama untuk memenuhi gizi keluarga. Dengan KRPL bisa perbaikan gizi buruk yang ada di masyarakat," jelasnya.

Mantan Sekretaris BKD ini berharap, kegiatan ini agar bisa dikembangkan  mulai dari level bawah rumah tangga, selain juga bisa mengembangkan karbohidrat seperti ikan dan ayam. KRPL sangat membantu daerah terpencil yang susah untuk akses pangannya. Dengan KRPL mereka bisa memenuhi kebutuhannya, tanpa harus jauh-jauh membeli ke Kota. (PP/HERYADI/B-2)