BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar sosialisasi Analis Standar Belanja Pemerintah Kota Palangka Raya di Aula Peteng Karuhei II, Rabu (12/9/2018).
"Pertemuan hari ini memiliki makna strategis sebagai langkah awal penyusunan APBD Kota Palangka Raya. Saya mengajak semua yang hadir untuk membangun komitmen bersama untuk melakukan yang terbaik dalam pengelolaan keuangan daerah yang diawali dengan penyusunan APBD," kata Wakil Wali Kota Mofit Saptono Subagio membuka kegiatan tersebut.
Pada masa sekarang ini, lanjut Mofit, tuntutan transparansi dan akuntabilitas atas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara ekonomis, efisien dan efektif.
"Salah satu cara yang dapat diambil oleh pemerintah dalam pengelolaan keuangan secara ekonomis, efisien dan efektif ialah dengan menyusun Analisis Standar Belanja (ASB)," tambah wakil dari HM Riban Satia ini.
Pentingnya dilakukan penyusunan ASB ini menurut Mofit lantaran adanya ketidakadilan dan ketidakwajaran anggaran belanja dalam satu kegiatan, antara kegiatan sejenis, antar program dan antar SOPD.
--page
"Penyebabnya bisa karena tidak jelasnya definisi suatu kegiatan, perbedaan indikator dan target kinerja kegiatan, perbedaan lama waktu pelaksanaan, perbedaan kebutuhan sumber daya, beragamnya perlakuan objek atau rincian objek belanja, atau karena pemborosan anggaran.
Terkait dengan hal itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan perlunya Analis Standar Belanja dalam pengelolaan keuangan daerah. ASB yaitu kewajaran atas beban kerja dan biaya yang digunakan saat melaksanakan suatu kegiatan. ASB merupakan salah satu elemen utama untuk penganggaran yang berbasis kinerja dalam rangka pencapaian pengelolaan keuangan yang ekonomis, efisien dan efektif," tutup Mofit. (TESTI PRISCILLA/B-5)








