BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peraturan yang mewajibkan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20% (B20) yang berlaku pada 1 September 2018 memberikan angin segar bagi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
"Kami berharap perkebunan rakyat juga mampu merasakan untung dari kebijakan ini. Kita tidak masalah meski sekarang kinerja kita lagi turun, hanya kita berharap ke depannya lebih baik lagi dan rakyat dapat mendapatkan manfaat dari kebijakan ini," kata Direktur PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Joefly Joesoef Bahroeny, di Jakarta, Rabu (12/9/2018).
Pada semester I tahun ini, LSIP membukukan pendapatan sebesar Rp 1,76 triliun. Angka itu turun 28,54% year on year (yoy) dari semester I 2017 sejumlah Rp 2,47 triliun.
Dalam laporan keuangan per Juni 2018, LSIP membukukan penurunan beban pokok penjualan 21,4% sejumlah Rp1,36 triliun dari Rp1,73 triliun pada periode yang sama di tahun 2017.
Per Juni 2018, penjualan produk kelapa sawit turun 28,1% menjadi Rp1,61 triliun dari sebelumnya Rp2,24 triliun.
--page
Laba bersih LSIP juga turun 47,4% yoy menuju Rp224,92 miliar dari sebelumnya Rp428,12 miliar.
Namun, Jumlah aset LSIP naik 6% dari Rp9,85 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp10,42 triliun pada enam bulan pertama tahun ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)








