PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menyelenggarakan gelaran tingkat nasional jika tanpa kesiapan matang sungguh disayangkan. Karena menghadirkan puluhan provinsi sebagai peserta.

Pawai Budaya se-Indonesia, Rabu (12/9/2018) contohnya. Evennya nasional, tetapi tidak terlihat banyak penonton dari warga Kota Palangka Raya sebagai tuan rumah, tumplek di jalan yang dijadikan rute pawai.

Pawai Budaya ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia, Museum Basoeki Abdullah, dan Galeri Nasional Tahun 2018. Kegiatan di pusatkan Bundaran Besar Palangka Raya sebagai titik start.

Pantauan Borneonews, ada kerumunan massa di sekitar Bundaran Besar, namun kebanyakan berasal tim dari peserta dari sejumlah provinsi saat pembukaan pawai berlangsung.

Sementara di ruas jalan yang menjadi rute misalnya jalan Imam Bonjol, tidak banyak yang bergerombol untuk berebut menyaksikan. Yang terlihat hanya di seberang Makorem 102 Panju Panjung, itu pun hanya satu sisi jalan dan tidak sampai ratusan.

--page

Peserta pawai menggunakan mobil sangat mendominasi. Sedangkan peserta jalan kaki hanya dua tim drumband dan peserta yang mneampilkan barongsai.

“Kok kurang gaungnya, pesertanya juga sedikit, kurang greget. Juga tidak runtut, terpecah-pecah antara peserta satu dengan lain,” celetuk warga yang menyaksikan di jalan Imam Bonjol. (ROZIQIN/B-5)