PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat, terkenal dengan wisata religinya. Namun, status itu tercoreng akibat tertangkapnya tiga mucikari dan 14 pekerja seks komersial (PSK) dari tiga lokasi di Kecamatan Kolam.

Tertangkapnya tiga mucikari dan 14 PSK dari tiga tempat di Kecamatan Kolam merupakan pukulan bagi pemerintah. 

Pasalnya, kecamatan dikenal sebagai tempat wisata religi ternoda dengan adanya pihak yang membuka bisnis maksiat.

Camat Kolam Yudi Hudaya menutukan, pihaknya memiliki beban moral jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Sebab Kecamatan Kolam merupakan kawasan wisata religi.

"Baru-baru ini nama Kolam tercoreng gara-gara penggrebekan mucikari dan PSK," ungkapnya, Rabu (12/9/2018).

--page

Dalam masalah itu, Yudi Hudaya mengaku sangat mendukung tindakan Satpol PP dan Damkar Kobar memberantas praktik prostitusi. Sehingga perkembangan lokalisasi di Kecamatan Kolam tidak meluas. 

"Bahkan sejak saya dikabari mengenai penggrebekan mucikari dan PSK ini harus terus dikawal. Jangan hanya kasus minuman kerasnya saja yang di proses. Namun dari mucikari serta PSK juga harus diproses. Agar ada efek jera," tedasnya. (Andreansyah/B-3)