BORNEONEWS, Palangka Raya - Melihat animo masyarakat di sepanjang tahun 2018 ini terhadap objek Wisata Air Hitam di kawasan Kereng Bangkirai, Pemko berkeinginan tidak hanya menyerap pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata ini tetapi juga merawatnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palangka Raya melihat ada potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Air Hitam di kawasan Kereng Bangkirai. Karenanya, untuk masuk ke sana sekarang diberlakukan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang.
"Penerapan tarif masuk ke kawasan wisata air hitam tersebut semestinya sejak lama sudah ingin diberlakukan. Tapi semua semakin terpecut setelah melihat animo pengujung pada libur tahun baru 2018 lalu dan libur puasa kemarin. Pemko Palangka Raya melihat peluang pengunjung maupun prospek dari tempat wisata tersebut," kata Kepala Disbudpar Palangka Raya, Norma Hikmah, Kamis (13/9/2018).
Dengan adanya pemasukan PAD, lanjut Norma Hikmah, tentu nantinya hasil yang didapat akan diperuntukan bagi pengembangan obyek wisata itu sendiri.
"Tentu PAD yang didapat dari situ akan digunakan untuk membangun dan merawat kembali objek Wisata Air Hitam, terutama untuk membangun sarana penunjang kebersihan, keamanan, kenyamanan, penataan pedagang, penataan parkir dan penambahan fasilitas penunjang lainnya," kata Norma.
--page
Saat ini pun menurut Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kereng bangkirai sudah kerap meminta sarana penunjang untuk Wisata Air Hitam namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan anggaran.
"Kawasan wisata air hitam ini, kita rencanakan terus dipoles serta ditambah lagi fasilitas pendukungnya, sejalan dengan pengelolaannya yang baik pula. Makanya PAD inilah yang akan membantu di sana, ditarik di sana dan akan dikembalikan untuk pembangunan di sana juga," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)








