JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di antara saham-saham berbasis perkebunan, PT London Sumatra Plantations Tbk. (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) adalah saham yang dapat menjaga tren pergerakan positif. 

Peraturan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20% (B20), yang berlaku per 1 September 2018 dinilai dapat memangkas impor minyak diesel, yang salah satunya dimaksudkan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan (current account deficit).

“Kebijakan B20 yang diterapkan oleh pemerintah menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten sektor perkebunan, seperti PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI),” kata analis Panin Sekuritas, William Hartanto, dalam risetnya, Kamis (13/9).

William mengatakan, pengaruhnya cukup besar karena pengguna biodiesel cukup banyak.

"Akan tetapi dari minat pelaku pasar, saya perhatikan LSIP dan AALI yang akan jadi pemeran utama di sektor ini," papar dia.

--page

Dari sisi saham, William merekomendasikan 'buy' untuk saham LSIP dan AALI. Alasannya karena minat pelaku pasar lebih banyak transaksi pada kedua saham tersebut.

"Hal ini bisa dilihat dari volume perdagangan emiten-emiten kelapa sawit, hanya AALI dan LSIP yang volume perdagangannya terjaga meski saat downtrend, sedangkan yang lainnya tidak beraturan," ujarnya.

William merekomendasi buy LSIP dengan target harga untuk jangka waktu tiga bulan di level Rp1.300 hingga Rp1.440 per saham. 

"Untuk AALI, saya rekomendasikan beli di level Rp13.500 untuk jangka waktu tiga bulan," tandasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)