BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) merespon cepat adanya penetapan Kejadian luar biasa (KLB) campak-rubella yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Saat ditemui awak media, Penjabat Sekertaris Daerah (Pj Sekda), Fahrizal Fitri meminta agar seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng meningkatkan waspada terhadap virus ini agar tidak menyebar.
“Kita sudah jauh-jauh hari memperingatkan jangan sampai Kalteng juga tertular. Untuk kasus di Kapuas, kami mengira adanya pelularan penyakit tersebut berasal dari migrasi dari luar Kalteng," ucapnya, Kamis (13/9/2018).
Dia menjelaskan, salah satu upaya yang telah dilakukan Pemprov Kalteng agar virus Campak dan Rubella tidak menyebar, yaitu dengan cara melakukan isolasi dan memberikan vaksin bagi anak-anak yang masih belum mendapatkan vaksin.
“Kami juga mengarapkan pemahaman orang tua agar segera memberi imunisasi campak agar penyakit tersebut bisa kita tekan sejak dini," lanjutnya.
--page
Fahrizal meminta kepada orangtua anak agar tidak ragu memberikan vaksin meskipun MUI menyatakan ada unsur yang haram, namun tetap diperbolehkan selama belum tersedia vaksin yang halal. (GAZALI/B-5)








