SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara mendata wilayah yang memiliki potensi keragaman hayati untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, contohnya seperti hutan adat yang kaya akan buah-buahan hutan.

"Kita mendata wilayah atau kawasan-kawasan atas, karena kita minta untuk wilayah atas dulu, karena wilayah atas itukan yang paling banyak," ujar Kepala DLH Sukamara, Rendy Lesmana, Kamis (13/9/2018).

Menurut Rendy, kawasan atas adalah wilayah Kecamatan Balai Riam dan Kecamata Permata Kecubung. Di mana memang wilayah tersebut memang memiliki hutan yang dianggap berpotensi untuk dapat dikembangkan.

"Bagian bidangnya juga sudah saya perintahkan, yakni lakukan dulu pendataan, pemetaan, sehingga kita bisa simpulian wilayah mana yang sekiranya dapat kita laksanakan program masyarakat umum ini," tururnya.

Sebelumnya, Rendy Lesmana berharap, agar masyarakat adat di Kabupaten Sukamara dapat menjaga kearifan lokal yang ada diwilayahnya dengan tidak tergiur terhadap peralihan lahan. 

--page

"Masyarakat hukum adat inikan mempunyai karifan lokal, terutama lahan-lahan yang dimiliki adat setempat," kata Rendy.

Rendy melanjutkan, dengan adanya kearifan lokal di Bumi Gawi Barinjam dan didukung dengan program DLH, diharapkan masyarakat setempat bisa mempertahankan hutan adat yang mungkin memiliki potensi sumberdaya hayati untuk meningkatkan wilayahnya. (NORHASANAH/B-5)