NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Sosial Kabupaten Lamandau optimistis target realisasi Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT di Bumi Bahaum Bakuba dapat terpenuhi pada 2019 mendatang. Namun sekarang yang menjadi kendala adalah jaringan internet sebagai syarat untuk menyalurkan BPNT tersebut.

"Kami masih mempunyai kendala, karena jaringan yang tidak merata di seluruh wilayah Lamandau. Namun kami optimistis bisa terealisasi hingga 2019 mendatang, karena ini merupakan program pusat,” ujar

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamandau Endang Rustiningsih, Kamis (13/9/2018). 

Endang menjelaskan, BPNT yang akan diterapkan nantinya tidak lagi seperti penyaluran bantuan Rastra yang saat ini dilakukan. Tapi berbasis elektronik. 

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan diberikan kartu sejenis ATM dengan saldo senilai Rp 110 ribu per bulan untuk digunakan membeli keperluan berupa beras dan telur. 

Selain itu, Endang mengakui, pihaknya sudah pernah rapat bersama Bulog, DisKominfo, dan sejumlah Bank penyalur hingga pihak terkait lainnya untuk membahas program ini. Bahkan pihaknya sudah mengusulkan untuk penambahan pengajuan BTS atau Tower jaringan kepada operator telekomunikasi. 

--page

Ada dua wilayah di Kabupaten Lamandau yang belum sepenuhnya memiliki jaringan internet, yakni di Kecamatan Batang Kawa dan Bulik Timur. Namun yang pasti, kalau dari segi bisnis provider juga tidak bisa memasang BTS jika jumlah penduduknya masih sedikit. "Hal itu pula yang menjadi pertimbangan belum ditambahnya BTS di dua Kecamatan tersebut," ungkapnya. 

Ia menambahkan, ada dua Kecamatan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan internet. Dengan program ini pihaknya harus memenuhi target tersebut, karena dari Kementerian juga sudah menggaungkan program tersebut agar tepat sasaran. (PP/HERIYADI/B-2)