SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum meninggal saat menjadi imam Salat Jumat, imam Masjid Jami Muhammad Sadri Arsyad, sempat menjenguk anak pertama bernama Zainal Hakim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit, karena sakit jantung. 

Dalam pertemuan tersebut, almarhum sempat mengatakan ingin membawa anaknya ke Jakarta untuk berobat.

"Saya sempat bertemu dengan almarhum ayah pagi Jumat (14/9/2018) di RSUD Dr Murjani Sampit. Beliau mengatakan ingin membawa saya berobat ke Jakarta," ujar Zainal Hakim, Sabtu (14/9/2018). 

Namun keinginan mulia imam masjid itu ternyata belum sempat terwujud. Ia lebih dulu pulang dipanggil Yang Mahakuasa pada saat menjadi imam Salat Jumat di Masjid Jami. 

Hal itupun membawa kesedihan mendalam bagi keluarga. Bukan karena mengharapkan anak pertama dibawa ke Jakarta, namun kesedihan karena tidak akan bertemu lagi dengan sang ayah. 

--page

"Tentu ini menjadi kesedihan bagi keluarga kami, karena ayah merupakan sosok yang menjadi panutan bagi kami semua, atau bahkan masyarakat di daerah ini," kata Hakim. 

Ia juga mengatakan, almarhum juga sempat mengatakan bahwa anaknya yang sakit jantung tersebut akan sembuh.

"Almahrum juga sempat berkata ingin memberikan modal usaha kepada kami. Itulah yang diungkapkan almarhum kepada saya," terang Hakim. 

Sementara, Hakim sendiri saat itu tidak mengetahui jika ayahnya ambruk pada saat jadi imam Salat Jumat. Ia baru tahu setelah berpapasan di RSUD Dr Murjani Sampit. 

"Saat itu saya hendak keluar dari RSUD Dr Murjani setelah dirawat. Ternyata ketika berada di pintu keluar ruang UGD, datang sebuah ambulans yang ternyata adalah ayah saya. Itu membuat saya terkejut dan kondisi saya kembali lemah," terang Hakim. 

Beruntung saat itu Hakim kembali sadar dan bisa mengantar sang ayah hingga pemakaman selesai. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)