BORNEONEWS, Sampit- Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Supriadi meminta pemerintah kabupaten mengantisipasi pencemaran sungai.
Upaya antisipasi bisa dilakukan salah satunya dengan mencari tahu titik sungai yang tercemar.
Menurut Supriadi, sungai merupakan salah satu sumber kehidupan warga. Apalagi budaya mayarakat lokal kebanyakan bergantung dengan sungai. Hal itu sudah berlangsung sejak lama.
"Masyarakat harus waspada terutama di sungai yang ada di sekitar perusahaan perkebunan atau pabrik kelapa sawit," kata Supriadi, Minggu (16/9/2018).
Apalagi memasuk musim penghujan dengan intensitas tinggi. Kolam penampungan limbah cenderung meluap dan bisa saja mencemari lingkungan warga.
--page
”Jangan sampai karena kondisi itu terjadi pencemaran sungai di daerah kita ini dari perusahaan perkebunan. Jikapun ada, perusahaan yang diduga mencemari wajib bertanggung jawab," tegasnya.
Di sisi lain, Supriadi mendorong perusahaan rutin membersihkan sungai. Apalagi lokasinya berada di sekitar tempat mereka berinvestasi. Jangan saat ada kejadian perusahaan baru aktif melakukan pembersihan. (NACO/B-3)








