BORNEONEWS, Sampit - Motif kasus pembakaran sebuah rumah dan toko alat bangunan di Desa Jaya Karet, Jalan HM Arsyad Km 36, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga akibat pelaku cemburu mantan istrinya menjalin kasih dengan korban.
Korban bernama Syahroni (43). Sedangkan pelaku bernama Alf (46), yang merupakan tetangga korban. Pembakaran dilakukan pada Minggu (11/9/2018) siang.
"Setelah saya mendapat kabar mantan istri saya menjalin hubungan dengan Rony, amarah saya langsung naik dan mendatangi rumahnya di Desa Jaya Karet tersebut," ujar Alf, Senin (17/9/2018).
Cemburunya tersebut makin tidak terbendung setelah pelaku mendengar mantan istrinya sering tidur di rumah korban, yang sebenarnya sudah memiliki istri.
Namun ikatan pernikahan pelaku dan istrinya sebenarnya sudah cerai dan diputus oleh pengadilan. Tetapi pelaku masih melakukan banding terkait perceraian tersebut.
--page
Pelaku sendiri datang ke rumah korban dengan membawa sebilah samurai. Dengan amarahnya, dia bermaksud membuat perhitungan dengan Syahroni, karena sudah menjalin hubungan dengan mantan istrinya.
Beruntungnya saat itu korban sedang pergi ke Sampit, sehingga di rumah tersebut hanya ada anak lelakinya dan keponakan korban yang menjaga toko bangunan tersebut.
Mendapati hal itu, pelaku langsung mengancam akan membunuh mereka berdua. Beruntung niat tersebut tidak dilakukannya.
Namun pelaku langsung keluar dari tempat kejadian dan membeli pertamax sebanyak satu liter. Setelah itu, bahan bakar tersebut ia siramkan ke dalam toko bangunan kemudian dibakarnya.
Warga yang melihat api membkar rumah korbanpun berupaya hendak melakukan pemadaman. Namun pelaku langsung melarangnya. Karena takut pelaku semakin nekat, masyarakat mengurungkan niat tersebut.
"Setelah melihat api semakin membesar, saya langsung pergi dengan mobil yang saya bawa," kata Alfianur.
--page
Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek setempat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sejauh ini polisi masih mencari alat bukti terhadap pembakaran rumah tersebut, dan terus mendalami motifnya apakah dilakukan terencana atau spontanitas.
"Masih kami dalami kasus ini, terduga pelaku juga masih kami mintai keterangan," terang Kapolsek Jaya Karya Ipda Hamdan Samudro. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








