JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten di sektor perkebunan kelapa sawit diprediksi akan semakin membaik dari sisi kinerja maupun harga saham berkat kebijakan wajib menggunakan biodiesel B20.

"Sentimen terbaru terkait Crude Palm Oil (CPO) yaitu kebijakan B20. Kebijakan ini menguntungkan emiten perkebunan dan berdampak positif terhadap kinerjanya," kata Kepala Riset Narada Asset Management, Kiswoyo Adi Joe, dalam risetnya, Selasa (18/9/2018).

Keuntungan dari kebijakan ini akan membuat permintaan pasar CPO semakin besar, sehingga membuat emiten menggenjot produksi. Alhasil harga yang ditawarkan emiten akan tinggi. 

Kiswoyo mengatakan semua emiten perkebunan akan merasakan dampak positifnya. Hanya saja, beberapa emiten yang memproduksi dengan kapasitas besar akan lebih untung. 

"Contohnya, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Emiten lain seharusnya harga sahamnya bisa naik seiring harga CPO itu sendiri," papar dia. 

--page

Dari sisi saham, Kiswoyo menargetkan sampai akhir tahun harga saham GZCO Rp100 per saham. Sementara BWPT Rp300 sampai Rp350 per saham, LSIP Rp1.800 sampai Rp2.000 per saham. (NEDELYA RMADHANI/m)