SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Salah satu penyebab batalnya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jadi tuan rumah tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena tidak ada gelontoran dana dari pusat untuk penyelenggaraan seleksi tersebut. 

"Sebenarnya pemerintah daerah sudah siap jika Kotim tetap menjadi salah satu tuan rumah. Namun yang menjadi perdebatan adalah masalah anggaran tidak ada dari Pemerintah Pusat," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim Alang Arianto, Selasa (18/9/2018). 

Sebelumnya, disebutkan persiapan dan pelaksanaan akan dibiayai Pemerintha Pusat. Namun setelah itu ternyata pusat meminta dibiayai ditanggung oleh daerah. Sehingga banyak pelaksana sistem zona tersebut tidak sepakat. Karena akan membutuhkan biaya yang besar. 

"Jika hanya membiayai peserta yang ikut tes CPNS Kotim bisa saja. Namun jika membiayai peserta tes dari daerah lain. Maka itu cukup memberatkan kami," kata Alang. 

Dengan kondisi ini maka Kotim batal menjadi tuan rumah tes CPNS. Tes CPNS sendiri akan dikembalikan ke masing-masing daerah yang mendapatkan kuota CPNS tersebut. 

--page

Sementara, tahapan penerimaan CPNS dimulai pada 19 September 2018 besok. Tes akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2018 mendatang di asrama Pendidikan dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah, Kompleks Stadion 29 November Sampit atau eks asrama haji. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)