BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Kalangan DPRD Barito Selatan, mempertanyakan lima paket proyek multiyears belum dikerjakan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Barsel, Hasanuddin Agani saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Selasa (18/9/2018).

“Kita mempertanyakan kenapa lima paket proyek multiyers hingga saat ini belum dikerjakan,” tandas Hasanuddin Agani.

Ia membeberkan, ada tujuh paket proyek multiyears dengan total anggaran Rp 300 miliar. Namun dari 7 paket proyek tersebut baru dua yang dikerjakan yakni di jalan Pendang dan Bangkuang.

Sedangkan, lanjut dia, hingga hari ini lima proyek multiyears tidak ada tanda-tanda dikerjakan. Sementara proses pelelangan dan penandatanganan kontrak sudah dilaksanakan, bahkan uang muka sudah dibayarkan.

--page

Menurutnya, meski paket pekerjaan multiyears namun harus ada proges pekerjaan untuk tahun ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, dari tujuh paket tersebut kenapa hanya dua yang dikerjakan, sedangkan lima paket lainnya belum dikerjakan sama sekali.

“Berdasarkan aturan satu minggu setelah penandatangan kontrak seharusnya sudah mulai bekerja,” beber dia.

Namun, lanjut dia, sudah empat bulan kontraknya sudah berjalan. Tapi sampai hari ini lima paket proyek dimaksud masih juga belum dikerjakan.

Ia menambahkan, yang jadi permasalahan masyarakat selalu menanyakan proyek-proyek dimaksud masih belum dikerjakan.

--page

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Agus Inyulius mengatakan pihaknya selalu intens rapat agar pengerjaan proyek multiyers berjalan efektif dan fungsional.

“Semua kontrak sudah kita perbaiki dan target untuk multiyears tahun pertama 35 persen tahun kedua 35 persen dan tahun ketiga 30 persen,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/m).