BORNEONEWS, Palangka Raya – Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah, Kolonel Inf Harnoto mengatakan pihaknya sudah menurunkan tujuh helikopter sebagai langkah mengeliminasi meluasnya karhutla.
Tujuh armada udara yang bertugas untuk melaksanakan operasi bom air atau Water Boombing tersebut terbagi untuk mengkover sejumlah daerah kabupaten/kota di provinsi ini.
“Sudah ada tujuh helikopter dalam penanganan Karhutla di Kalteng. Rinciannya, 2 heli jenis Kamov (1 unit di bandara Pangkalan Bun, 1 unit di Palangka Raya), dan empat heli jenis Mi8 ( tiga unit di Palangka Raya, 1 unit di Pangkalan Bun),” kata Harnoto yang juga Danrem Panju Panjung itu, Selasa (18/9/2018).
“Unit tersebut dibantu lagi dengan satu heli patroli yang baru tiba minggu kemarin di Palangka Raya,” sambung Harnoto.
Dia mengatakan, dengan jumlah tujuh helikopter bom air setelah adanya penambahan heli tersebut, dirasa untuk sementara cukup dan bisa mengatasi kejadian karhutla.
--page
“Kami rasa sudah cukup untuk membantu pemadaman. Hanya perlu pengintesifan pendinginan lahan oleh satgas darat setelah selesai kegiatan Water Bombing. Sehingga api benar-benar padam,” imbuh dia.
Water Bombing cukup efektif untuk pemadaman di lokasi yang tidak terjangkau satgas darat, karena keterbatasan akses jalan maupun sumber air. (ROZIQIN/B-11)








