TAMIANG LAYANG –

BORNEOMEWS, Tamiang Layang- Menjelang pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), jajaran Polres Barito Timur mengadakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata, Rabu (19/9/2018).

Kapolres Barito Timur AKBP Wahid Kurniawan yang menjadi inspektur upacara pada apel itu, membacakan amanat Kapolri Jendral Tito Karnavian.

Dalam amanatnya, Kapolri menyampaikan bahwa Operasi Mantap Brata 2019 memprioritaskan tujuh hal.

Pertama, memperkuat soliditas dan sinergisitas antara TNI dan Polri guna mewujudkan pemilu yang aman, lancar, dan damai.

Kedua, menjaga netralitas Polri dan TNI, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai netralitas TNI dan Polri dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu.

--page

Ketiga, mengedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini.

Keempat, mendorong seluruh elemen KPU, Bawaslu, caleg, parpol dan masa pendukung, pemda, media, tokoh masyarakat, serta pengawas pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kelima, gelorakan deklarasi pemilu damai di masing-masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu.

Keenam, kepolisian di era demokrasi juga diwujudkan dengan adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi. Seperti penyampaian pendapat di muka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, serta jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan langsung 

Ketujuh, mengajak masyarakat memilih anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden.

--page

"Pemilihan umum dapat dikatakan sebagai penanda utama demokrasi (the hallmark of democracy). Karena masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpin mereka pada periode mendatang," paparnya.

Polri sendiri berkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan pemilu 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai.

Berbagai potensi kerawanan telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, keberhasilan Polri, TNI, dan seluruh elemen dalam pengamanan pemilu 2014, serta pilkada serentak pada 2015, 2017, dan 2018, menjadi salah satu referensi penting dalam pengamanan pemilu 2019. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)