BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi dan membantu masyarakat miskin Kementerian Sosial (Kemensos) RI sejak beberapa waktu lalu telah membuka Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).
Untuk tahun 2018 ini di Provinsi Kalteng baru dua kabupaten yang ditunjuk oleh Kemensos RI untuk ikut program tersebut.
"Tahun 2018 ini terdapat 60 Kabupaten se Indonesia yang terpilih mengikuti program SLRT ini. Kemudian untuk Provinsi Kalteng ada dua kabupaten yang ditunjuk yaitu Kobar dan Barsel," jelas Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah didampingi Kepala Dinsos Kobar Akhmad Yadi usai pembukaan Bimbingan Teknis SLRT yag digelar di Aula Kantor Bupati Kobar, Rabu (19/9/2018).
Karena itulah, lanjut Wabup, Pemkab Kobar menyambut baik program dari Kemensos RI tersebut. "Harapannya bagaimana pemerintah pusat dan kabupaten bisa bersinergi. Walau demikian program ini menuntut komitmen kuat dari pemda untuk menjalankan program ini tahun tahun 2018 ini," jelas Wabup.
Lantaran difasliitasi oleh Kemensos, maka dari 94 desa dan kelurahan yang ada di Kobar, sebanyak 50 desa/kelurahan mendapat bantuan tersebut.
--page
"Sehingga tahun 2019 nanti hanya tetsisa 44 desa/kelurahan yang masih belum mendapat program SLRT. Rencananya tahun 2019 nanti, akan menjadi tanggung jawab Pemkab Kobar memggunakan dana APBD yang menjadi tanggung jawab pemkab," jelas Wabup.
Wabup mengapresiasi program SLRT tersebut. "Selain mengupdate data kemiskinam kebutuhan sosial dan fasilitas antara masyarkat miskin dan instasi lain bisa juga sebagai pusat data kemiskinan di kabupaten kita," jelas Wabup.
Sementara itu Kepala Dinsos Kobar Akhmad Yadi mengatakan pembekalan berupa bimtek bagi para fasilitatur berupa pelatihan aplikasi berbasis android dan hasilnya bisa dilihat real time. (WAHYU/B-5)








