BORNEONEWS, Palangka Raya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah sudah menelan dana sekitar Rp3 miliar.
"Kita menyiapkan anggaran siap pakai Rp10 miliar di 2018. Sementara masih digunakan untuk pemadaman darat. Misalnya operasional tim satgas. Kita juga ada berbagai posko di lapangan," kata Hal ini disampaikan Plt Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri, Rabu (19/9/2018).
"Anggaran itu dari APBD. Sekitar Rp3 miliar (yang sudah terpakai)," imbuhnya. Dia menuturkan anggaran yang disiapkan itu tidak mesti harus dihabiskan untuk menangani karhutla. Apabila sisa, maka akan dikembalikan.
Menurutnya, kendala saat ini di lapangan yakni karhutla terjadi karena adanya unsur kesengajaan dari seseorang yang membakar lahan. "Daerah kita sangat rentan, apalagi tanahnya gambut. Kita berharap, tidak ada lagi yang melakukan pembakaran," tuturnya.
Berkaitan dengan karhutla, kepolisian sudah menetapkan puluhan orang sebagai tersangka. Di sisi lain polisi juga sudah melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah instansi terkait.
Hal ini karena banyak lahan yang terbakar tidak diketahui siapa pemiliknya. Aparat sudah memberikan garis polisi di lokasi sekitar. Namun tetap saja tidak ada yang datang mengaku sebagai pemilik.
Dengan MoU ini jika sampai nanti tidak ada juga yang memiliki, maka tanah tidak bisa dipindahtangankan dan akan dikembalikan ke negara. (BUDI YULIANTO/B-6)








