BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia dan Indonesia harus bekerjasama meningkatkan penggunaan minyak sawit di pasar global seraya menangkal semua kesalahpahaman terkait komoditas tersebut, terutama di Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Desakan kerjasama dua negara penghasil minyak sawit terbesar dunia itu disampaikan Executive Director Oil World, Thomas Mielke, di Kuala Lumpur, Rabu (19/9/2018), seperti dikutip AFP.
Ia mengatakan Malaysia dan Indonesia harus mampu menyampaikan fakta yang sebenarnya bahwa minyak sawit dari kedua negara itu diproduksi dengan praktik keberlanjutan.
“Tak hanya itu, kedua negara ini juga harus berusaha meningkatkan standar dan kriteria pengelolaan perkebunan sawit, seperti yang dilakukan pada minyak kedelai, minyak biji anggur dan juga minyak bunga matahari," ucapnya.
“Begitu banyak resistensi terhadap minyak sawit di dunia. Tapi itu semua lebih karena informasi yang salah yang disampaikan sejumlah organisasi atau pegiat lingkungan," tambahnya.
--page
Untuk itu, penting bagi Malaysia dan Indonesia membentuk gugus tugas bersama dan melakukan pendekatan dengan Uni Eropa, misalnya, dan negara-negara lain untuk ikut melindungi tanaman ini, katanya.
Analis tersebut menambahkan bahwa kedua negara serumpun ini harus berkolaborasi terkait aktivitas promosi di negara-negara yang membatasi penggunaan dan konsumsi minyak sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








