PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Kalteng akan digelar di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada Oktober 2018.

Pesta olahraga multieven ini tidak boleh dinodai dengan adanya atlet bayaran. Termasuk pada cabang olahraga (cabor) bola basket.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalteng Ambeng Dedi Oktavianus menegaskan, tidak boleh ada pemain luar Kalteng atau pemain bayaran ikut dalam Proprov ke XI.

“Dalam rapat di Muara Teweh lalu bahwa atlet yang dimainkan adalah asli Kalteng. Kabupaten, kota boleh memakai antarkabupaten, kota minimal berpindah 6 bulan sebelum hari H,” kata Ambeng, Jumat (21/9/2018).   

Ia menegaskan, jika nantinya diketahui ada tim yang membawa pemain dari luar Kalteng, bukan tidak mungkin bakal didiskualifikasi. “Ini khusus basket. Saya berharap semua cabor lainpun menyepakati aturan yang sudah dibuat,” ungkapnya.

--page

“Kalaupun itu ada pemain luar Kalteng, ada aturannya. Yakni dua tahun sebelum kegiatan, ada surat pindah dari KONI antarprovinsi dan disetujui klub atau pengcab yang bersangkutan,” imbuhnya.

Menurut dia, aturan tersebut berdampak besar bagi perkembangan bibit atlet asal Kalteng. Artinya, apapun hasilnya, itulah kemampuan pemuda Bumi Tambun Bungai dalam mengembangkan bakat mereka hasil dari pembinaan.

“Itu yang diharapkan KONI bahwa pengprov benar-benar membina atlet yang murni dari kabupaten, kota,” ungkapnya.

Ambeng menyayangkan jika nanti ada pemain bayaran dalam porprov hanya karena mengejar kemenangan. Selain terancama didiskualifikasi, itu juga merugikan atlet lokal, apalagi jika sudah lama berlatih. (BUDI YULIANTO/B-3)