BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur menyebutkan, kemajuan sektor pertanian di daerah ini tidak lepas dari peran penyuluh sebagai pembimbing para petani.
Itu dalam rangka menambah pengetahuan para petani untuk memberikan motivasi melalui penyuluh agar lebih giat bekerja, karena sudah seharusnya kesejahteraan mereka diperhatikan melalui peran dan campur tangan pemerintah daerah dengan memenuhi kebutuhan mereka melalui penyuluh itu.
Menurut Rudianur masalah yang terjadi selama ini dari hasil koordinasi dengan kelompok tani, yakni para petani membutuhkan petugas yang tidak hanya menyampaikan teori tentang teknologi teknis pertanian saja.
Namun tetapi lebih mempunyai peranan sebagai pendamping hingga memahami kendala peningkatan kualitas pertanian salah satunya penyuluh itu.
Dari itu ia meminta petugas penyuluh lebih optimal dalam melakukan pendampingan. Karena petugas penyuluh harus bisa mengeluarkan ilmu pertanian yang dimilikinya tentang berbudaya tanam.
--page
"Sehingga para petani mengetahui teknik bercocok tanam untuk menghasilkan produk yang maksimal,” katanya, Jumat (21/9/2018)
Petugas penyuluh, lanjut Rudianur , harus memberikan konstribusi yang signifikan terhadap peningkatan produksi melalui penyuluhan dan bimbingan yang dianjurkan sehingga dapat dilaksanakan oleh petani dengan cepat.
"Kami mendorong Pemkab Kotim bisa menempatkan penyuluh di tiap kelompok tani. Agar petani dalam melaksanakan kegiatannya bisa terus terlaksana dengan baik. Karena tidak jarang petani gagal panen akibat minimnya sarana pendukung dan pengetahuan mereka," pungkasnya.(NACO/B-5)








