MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Sebanyak 20 siswa dan guru SMAN 4 Muara Teweh, SMAN 5 Muara Teweh, dan SMAN 6 Muara Teweh mengikuti pelatihan jurnalistik.

“Kegiatan ini bagian dari sosialisasi literasi sekolah rujukan yang mencakup perpustakaan, sosialisasi media/digital, dan pelatihan dasar jurnalistik.

SMAN 4 ini merupakan salah satu sekolah rujukan,” kata Kepala SMAN 4 Muara Teweh, Karsilat, Minggu (23/9/2018).

Kegiatan ini terselenggara atas bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Utara.

Materi yang disampaikan berupa teori dasar jurnalistik, teknik dan ragam wawancara, serta teknik dasar menulis berita.

Narasumber dalam kegiatan ini Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Melkianus. Para siswa diminta membuat berita peristiwa yang terjadi di sekolah.

--page

Kebetulan saat itu sedang berlangsung pertandingan voli antara SMAN 4 melawan SMAN 2 Muara Teweh.

Para siswa mencoba teknik membuat bangunan berita dengan rumus 5 W + 1 H. Bangunan berita dilengkapi dengan persyaratan bentuk berupa piramida terbalik.

Melkianus menjelaskan dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan diatur dan dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Wartawan juga wajib menaati kode etik jurnalistik sebagai upaya menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas, dan profesionalisme.

Sementara itu guru SMAN 4 Muara Teweh, Alkatri mengatakan sejak ditetapkan menjadi sekolah rujukan, pihak sekolah terus menggelar kegiatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Salah satunya melalui sosialisasi literasi sekolah rujukan mencakup perpustakaan, media/digital, dan dasar jurnalistik. (RAMADHANI/B-6)