PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Forum Minyak Sawit Berkelanjutan atau Forum Nachhaltiges Palmol (FONAP) akan mengunjungi Pulau Salat yang merupakan proyek pionir konservasi antara perusahaan sawit dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM). 

Rombongan FONAB yang terdiri dari tiga orang berkebangsaan Jerman ini menuju Desa Pilang, Pulang Pisau dengan menggunakan mobil bersama rombongan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan BOSF (Borneo Orangutan Survival Fundation (BOSF).

Kepala Departemen Konservasi Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Joko Triyanto menyebutkan. tujuan dari rombongan FONAB ingin menyaksikan langsung SSMS sebagai perusahaan sawit yang menjadi pionir dalam konservasi orangutan. Konservasi ini melibatkan kerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dengan dukungan penuh dari Pemda Kalimantan Tengah.

"Pulau Salat yang berada di bawah naungan PT SSMS yang juga bekerja sama dengan BOSF ini selain sebagai wadah menyediakan lahan untuk pelatihan orangutan. Jadi pihak FONAP tertarik melihat secara langsung bagaimana cara pengelolaannya," ujarnya, di Palangka Raya, Senin (23/9/2018).

Dalam kesempatan ini rombongan FONAB juga akan menyaksikan pemberian makan orangutan di Pulau Badak Kecil yang berada dalam kawasan Pulau Salat, serta melihat seluruh infrastruktur penunjang konservasi orangutan di Pulau Badak Besar.

--page

SSMS dan BOSF bekerja sama dalam menyediakan lahan. Sedangkan ketersediaan pakan dan dukungan lainnya dikelola bersama dengan melibatkan sumber daya lokal.

Pulau Salat memiliki daya dukung seimbang yang terpelihara secara baik, terisolasi air sungai dan cukup luas untuk mendukung kemampuan adaptasi, sosialisasi, serta ketersediaan pakan orangutan. (GAZALI/m)