SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Mohammad Rommel menyatakan perang terhadap informasi palsu atau sering disebut dengan hoax. Seluruh kalangan seluruh kalangan diminta untuk ikut berpartisipasi aktif memberantas Hoax, Senin (24/9/2018).

Apabila mendapatkan sebuah informasi, dirinya meminta agar masyarakat terlebih dahulu mencari tahu siapa penyebarnya, kemudian menanyakan dari mana asal informasi tersebut dan mencari informasi yang sama.

"Jangan ditelan mentah-mentah. Baca dulu kesuluruhan informasinya, tanyakan dari mana informasi itu berasal. Apabila sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan pastikan dengan berbagai referensi yang ada," ucap Kapolres.

Selain hoax, Kapolres juga mengimbau kepada warga agar bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos). Jika mendapatkan informasi atau sebuah konten di medsos diharapkan terlebih dahulu melakukan check (periksa), recheck or crosscheck (periksa kembali), dan final Check (kepastian). 

"Jika tidak yakin akan kebenarannya maka jangan disebarkan. Dan ingat, jauhi ujaran kebencian atau provokasi (hate speech) dalam memposting sesuatu. Apabila informasi itu tidak benar, jangan disebarkan kembali. 

Jika menemukan adanya Hoax ataupun ujaran kebencian, laporkanlah ke kami (polisi) agar pihak kepolisian dapat mencari tahu oknum penyebar informasi palsu ataupun ujaran kebencian itu dan akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku," tutur Kapolres. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)