BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Forum Minyak Sawit Berkelanjutan atau Forum Nachhaltiges Palmol (FONAP)dari Jerman berkesempatan langsung melihat cara pemberian makan orangutan di Pulau Badak Kecil yang merupajkan bagian dari Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau.
Namun Tim FONAB ini tidak bisa melihat dari dekat mengingat orangutan sangat agresif terhadap orang baru.
"Kita harus menjaga jarak, karena jika terlalu dekat orangutan ini bisa bergerak agresif dan bukan tidak mungkin pendatang baru diserang hingga menghasilkan luka-luka," ujar Kepala Departemen Konservasi Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Joko Triyanto, Senin (24/9/2018).
Joko menjelaskan, pemberian makan orangutan di Pulau Salat ini sangat terorganisir dan terjadwal rapi. Kelestarian dan kesehatan satwa langka ini juga terjamin.
"Kita memberi makan orangutan ini sangat terjadwal setiap pagi dan sore hari tanpa ada libur," lanjutnya.
--page
Setelah melihat secara langsung pemberian makan orangutan, rombongan FONAP yang terdiri dari tiga orang Jerman itu berkeliling dan berkunjung ke Pusat Informasi untuk menonton video presentasi di Pulau Badak Besar tentang kerjasama SSMS-BOSF dalam konservasi orangutan di Pulau Salat yang mendapat dukungan penuh Pemda Kalimantan Tengah ini.
Sebagai informasi, FONAP adalah aliansi perusahaan, organisasi non-pemerintah, asosiasi dan Kementerian Pertanian dan Makanan Federal Jerman (BMEL). Lembaga ini berdiri pada September 2013, berasal dari inisiatif perusahaan Henkel, Rewe dan Unilever dan organisasi non-pemerintah World Wide Fund (WWF) (GAZALI/m)








