BORNEONEWS, Muara Teweh – Permasalahan utama perubahan belanja daerah dalam penyusunan APBD perubahan 2018 adalah masih terbatasnya dana untuk mendukung prioritas pembangunan daerah, sehingga terdapat program dan kegiatan prioritas yang belum tertampung.
“Kami berharap agar setiap pengelola anggaran dalam mengelola perubahan APBD tahun anggaran 2018 hendaknya mengacu pada prinsip efesiensi, efektifitas dan disiplin anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran sesuai apa yang telah direncanakan dan disepakati dalam APBD perubahan tahun anggaran 2018,” kata juru bicara fraksi PAN DPRD Barito Utara, Hasrat, Senin (24/9/2018).
Dia mengharapkan dalam melaksanakan APBD perubahan yang waktua pendek, agar pemerintah daerah segera melakukan upaya persiapan pelaksanaan program yang telah direncanakan.
“Utamanya berkaitan dengan fisik atau infrastruktur, agar berjalan sesuai perencanaan dan rampung hingga batas waktu yang elah ditentukan,” jelasnya
Disampaikan, perubahan APBD kabupaten barito Utara tahun 2018 disusun dengan memperhatikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) 2017.
Penyesuaian target pendapatan daerah, baik yang bersumber dari PAD maupun sumber lain-lain pendapata daerah yang sah, serta penyesuaian alokasi anggaran belanja karena adanya penambahan, pengurangan atau bergesernya belanja program dan kegiatan pada perangkat daerah. (RAMADHANI/B-6)








