BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua pasangan calon presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) sudah mendapatkan nomor urut untuk pemilihan presiden 2019.
Oleh karena itu masyarakat kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diminta untuk tetap menjaga persatuan dan masyarajat harus berhati-hati menggunakan media sosial (Medsos).
Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan pada tahun-tahun politik ini masyarakat harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai tahun politik masyarakat menjadi terpecah belah.
"Mengenai beda pilihan sosok Capres dan Cawapres itu wajar. Karena masyarakat punya pilihan sendiri. Jangan sampai ada perpecahan karena beda pilihan," katanya.
Terlebih, dua capres dan cawapres yakni Joko Widodo yang berpasangan KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto dengan Sandiaga Salahudin Uno ini mempunyai semangat yang sama untuk pembangunan yang lebih baik untuk negeri ini.
--page
Hanya saja untuk dua pasangan ini punya cara untuk memikat masyarajat dengan ide dan gagasan pada Pilpres. Sehingga masyarakat Kobar juga harus cerdas dalam memilih calon pemimpin.
"Masyarajat harus cerdas untuk bisa memilih Capres dan Cawapres. Jangan saling menghujat dan menjelaskan, karena beda pilihan," ujarnya.
Bahkan masyarakat Kobar juga diminta untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban menjelang Pilpres 2019, sehingga daerah tetap tercipta suasana aman dan kondusif.
"Dengan suasana aman dan kondusif ini, semua usaha dan proses pembangunan di daerah tidak terganggu. Maka percepatan pembangunan bisa lebih cepat dan masyarakat bisa melakukan aktivitasnya dengan baik," bebernya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Karena belakangan ini Medsos sering digunakan untuk menghujat, padahal hal itu tidak boleh dilakukan.
--page
"Jangan sampai karena saling menghujat di Medis karena soal politik. Karena sudah banyak kasus masyarakat yang melakukan ujaran kebencian, saling hujan berujung di penjara. Maka masyarakat harus pintar dalam menggunakan Medsos," jelasnya. (ANDRE/B-6)








