SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sanggul Lumban Gaol meminta perusahaan sekitar tempat lokasi ikan mati secara massal di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, menyalurkan CSR untuk membantu warga.

Terutama untuk sarana air bersih, hingga bibit ikan meski hasil laboraturium menyatakan matinya ikan yang juga berdampak pada keramba warga bukan akibat pencemaran limbah.

Bahkan apa yang disampaikan Sanggul itu juga didukung oleh Kabag Ekonomi dan SDA Setda Kotim Wim RK Benung yang turut hadir mewakili Sekda Kotim H Halikinnor, Senin (24/9/2018).

"Kami sepakat agar perusahaan sekitar bisa membantu warga melalui CSR (Corporate Social Responsibility), apakah itu dengan membantu air bersih hingga bibit ikan," tegas Wim.

Karena itu saat ini yang diperlukan warga. Selain itu juga perusahaan harus rutin membantu warga agar membersihkan sungai. Meski pada saat tidak terjadinya kejadian seperti lalu.

--page

Sementara itu, Atong, perwakilan dari PT Sukajadi Sawit Mekar perusahaan yang berinvestasi di sekitar lokasi itu menyatakan siap menyalurkan CSR mereka sesuai saram dari pemerintah daerah.

"Kita siap memberikan CSR itu, apalagi selama ini CSR kami selalu lakukan. Baik itu untuk infrastruktir, pendidikan dan lain sebagainya. Masalah aturannya seperti apa kami ikut dengan pemerintah," tutup Atong. (NACO/B-5)