BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah menempuh perjalanan 20 menit dari Desa Pilang ke Pulau Salat, Tim Forum Minyak Sawit Berkelanjutan atau Forum Nachhaltiges Palmol (FONAP)dari Jerman tidak langsung mendarat di Pulau Salat. Speedboat yang membawa mereka langsung menyusuri Pulau Badak Kecil dari sungai.
Saat itu Pulau Badak Kecil sedang berlangsung acara pemberian makan orangutan. Namun Tim FONAB ini tidak bisa mendarat untuk melihat dari dekat mengingat orangutan sangat agresif terhadap orang baru.
Ya, di Pulau Badak Kecil ini adalah tempat persinggahan para orangutan sebelum mereka benar-benar dilepasliarkan di alam bebas.
"Kita harus menjaga jarak, karena jika terlalu dekat orangutan ini bisa bergerak agresif dan bukan tidak mungkin pendatang baru diserang hingga menghasilkan luka-luka," ujar Kepala Departemen Konservasi Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Joko Triyanto, Senin (24/9/2018).
Sebagai informasi, FONAP adalah aliansi perusahaan, organisasi non-pemerintah, asosiasi dan Kementerian Pertanian dan Makanan Federal Jerman (BMEL). Lembaga ini berdiri pada September 2013, berasal dari inisiatif perusahaan Henkel, Rewe dan Unilever dan organisasi non-pemerintah World Wide Fund (WWF).
--page
Dalam kunjungan ke Pulau Salat ini, mereka ingin menyaksikan langsung bagaimana PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) mengelola lahan seluas 2.200 hektare untuk kepentingan konservasi orangutan.
Seperti apa suasana saat rombongan berusaha mendekat ke Pulau Badak Kecil saat pemberian makan orangutan? Saksikan tayangan video ini. (GAZALI/m)








