PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah puas berkeliling ke Pulau Salat, Kabupateng Pulang Pisau, tiga warga Jerman yang tergabung dalam tim Forum Minyak Sawit Berkelanjutan atau Forum Nachhaltiges Palmol (FONAP) melanjutkan perjalanan melihat langsung Arboretum Nyaru Menteng Palangka Raya.

Di kawasan seluas 65 hektar inilah Tim FONAP melihat langsung pusat penangkaran orangutan dan hewan lainnya.

Tidak hanya itu. Mereka berkesempatan melihat langsung pelepasliaran empat orangutan bernama Sisil, Pangkuy, Clara, serta bayi perempuan Clara bernama Clarita. Tiga dari empat orangutan yang dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR) tersebut itu berasal dari Pulau Salat.

“Sebelum pelepasliaran, kita akan pastikan terlebih dahulu kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan berat badan, keseahat gigi, jantung dan lain-lainnya,” kata Untung, Koordinator Pra Pelepasliaran Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng.

Sementara itu CEO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) Vallauthan Subraminam yang turut hadir dalam kunjungan itu menyambut gembira pelepasliaran keempat orangutan itu.

--page

"Kita sangat senang mendapat kabar hari ini ada empat orangutan dilepasliarkan. Tempat orangutan sebenarnya bukanlah di kandang, rumah mereka yang sebenarnya adalah di hutan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Consultant Stakeholder Realitions German Sascha Ticher yang juga dari Tim FONAP menyebutkan, kelestarian orangutan merupakan salah satu tradisi yang harus dijaga agar binatang langka ini keberadaanya terjamin dan terhindar dari kepunahan. (GAZALI/m)