BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah berkunjung ke Pulau Salat sebagai tempat pra pelepasliaran, rasanya belum lengkap bila tidak mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan milik Borneo Orangutan Survival Foundation di Nyaru Menteng, Palangka Raya.
Tim FONAP memanfaatkan kesempatan tersebut saat berkunjung ke Kalimantan Tengah. Aliansi perusahaan, organisasi non-pemerintah, asosiasi dan Kementerian Pertanian dan Makanan Federal Jerman (BMEL) menyambangi pusat rehabilitasi orangutan itu.
Dalam kunjungan tersebut, Feller, Tischer, Woiizik, anggota dari lembaga yang berasal dari inisiatif perusahaan Henkel, Rewe dan Unilever dan organisasi non-pemerintah World Wide Fund (WWF) itu malah mendapat kesemapatan menyaksikan langsung empat orangutan dilepasliarkan ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya (TNBBBR).
Keempat ornagutan itu bernama Sisil, Pangkuy, Clara, serta bayi perempuan Clara bernama Clarita. Ketiga orangutan dewas ini pernah menjalani masa pra pelepasliaran di Pulau Salat. Pulau Salat adalah kawasan seluas 2.200 hektare yang dikelola PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) bersama BOSF untukmkonservasi orangutan. Kerja sama ini mendapat dukungan penuh Pemda Kalimantan Tengah.
“Sebelum pelepasliaran, kita akan pastikan terlebih dahulu kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan berat badan, keseahat gigi, jantung dan lain-lainnya,” kata Untung, Koordinator Pra Pelepasliaran Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng.
Seperti apa persiapan peleasliaran orangutan saat ada kunjungan Tim FONAP dari Jerman itu? Saksikan tayangan video berikut ini. (GAZALi/m)








