BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Daerah disarankan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tetapi tidak melupakan menurunkan ketimpangan di tengah masyarakat.
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pertumbuhan ekonominya meningkat, tetapi ketimpangan (gini rasio) juga naik.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI Margo Yuwono mengatakan hal ini saat mengisi materi Seminar Nasional Hari Statistik Nasional 2018 di Aula IAIN Palangka Raya, Selasa (25/9/2018).
"Kejar dulu pertumbuhannya, lalu pendapatannya (per kapita masyarakat). Lalu, dampak pembangunan harus memberikan kesejahteraan serta bertambahnya perluasan akses kepada masyarakat," sarannya.
Pemerataan ekonomi inilah yang menjadi tuntutan agar diselesaikan para kepala daerah. Ada kalanya pertumbuhan ekonomi daerahnya tinggi, tetapi akses pendidikan, kesehatan, dan layanan umum tidak meningkat.
--page
Margo mengatakan, di desa pendapatannya cenderung merata. Ketika pendapatan rendah, ketimpangan rendah, maka hal tersebut unsur pemerataan dapat, tetapi ada satu masalah yakni pertumbuhan yang lambat.
Lalu, apa efeknya apabila pertumbuhan ekonomi naik? Terang dia, akan berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat secara umum juga naik.
"Ketika pertumbuhan ekonomi maka akan ada daya beli yang naik. Dari pertumbuhan itu, investasikan untuk kesehatan dan pendidikan. Itu keharusan, supaya SDM kita memiliki kapasitas yang bagus," cetusnya.
Seminar Nasional ini menghadirkan civitas akademika Kota Palangka Raya. Pembicara yang diundang selain Margo, adalah Pj Sekda Kalteng Fahrizal Fitri dan Hendrik Segah, dosen S3 Universitas Palangka Raya yang juga representatif GGGI Indonesia. (GAZALI/B-5)








