JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebijakan mandatori biodiesel 20% atau B20 menemui kendala dalam pelaksanaan di lapangan dan target penghematan devisa sebesar US$2,3 miliar pada tahun ini terancam gagal.

"Andai program ini gagal, akan berpengaruh ke saham-saham emiten yang memiliki bisnis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Yang menggerakkan saham-saham emiten CPO saat ini adalah sentimen dari B20," kata analis Trimegah Sekuritas, Rovandi, dalam risetnya.

Mulai 12 september, menurut Rovandi, harga saham emiten CPO terus menurun hingga sekarang, terkait terkatung-katungnya karena ketidakjelasan program B20.

"Apabila kebijakan B20 gagal, maka potensi pelemahan akan berlanjut sekitar -7% hingga -10% dari harga sekarang hingga akhir tahun," papar dia.

Rovandi merekomendasikan wait and see, sedangkan bagi yang memiliki saham sebaiknya cepat dilepas jika terjadi rebound. 

--page

"Lima hari koreksi berpotensi adanya rebound sementara sebelum kembali down trend," ujar Rovandi. (NEDELYA RAMADHANI/m)