MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Target pertanian di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Namun peningkatan target ini tidak diimbangi pemenuhan kebutuhan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL), sesuai dengan target pemerintah pusat yakni satu desa satu tenaga PPL.

Berdasarkan pengakuan Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Setia Budi, jumlah PPL  di Kabupaten Barito Utara ini hanya ada sekitar 58 orang. Sementara untuk Barito Utara setidaknya terdapat sekitar 93 desa dan 10 kelurahan.

“Tenaga PPL yang ada di daerah ini masih belum mencukupi untuk memenuhi seluruh desa dan kelurahan di daerah ini,” kata Setia Budi, di Muara Teweh Rabu (26/9/2018)

Ia mengatakan, terkait tenaga penyuluh pertanian ini mungkin sama dengan daerah lainnya yakni bertahun-tahun belum ada mendapat penambahan, khususnya untuk tenaga penyuluh pertanian murni dari tes terbuka. Sedangkan masalah yang ada adalah penyusutan tenaga penyuluh karena tiga faktor utama yakni ada yang pindah, pensiun dan meninggal dunia.

“Dari catatan kita, dalam dua tahun terakhir ini sedikitnya ada lima orang meninggal dunia, sehingga tidak sebanding dengan beban tugas yang terus bertambah, sementara jumlah tenaga penyuluhnya berkurang,” katanya.

Sementara untuk pengangkatan tenaga penyuluh yang ada hanya dari tenaga honorer, yang sebenarnya sudah bekerja dan juga sudah melakukan kegiatan penyuluhan.

“Harapan kita akan nantinya ada penambahan tenaga penyuluh pertanian untuk mencukupi kebutuhan daerah ini,” kata Setia Budi.(RAMADHANI/m)