BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Palangka Raya, Afendie menyebut segera mengidentifikasi masalah banyaknya koperasi yang nakal.
"Petugas lapangan nanti akan menginfentarisir, mengidentifikasi masalah koperasi yang nakal," kata Afendie, Kamis (27/9/2018).
Afendie menyebut, saat ini, jumlah koperasi yang terdaftar di dinas setempat yakni 257 dari jumlah sebelumnya 253. Namun banyak yang nakal.
Salah satunya yakni terdaftar tapi alamatnya tidak ada. Afendie bahkan mengkhawatirkan jika di dalamnya ada rentenir. Sebab, ia pernah mendengar kabar seorang ibu mendapat perlakuan kekerasan gara-gara hanya beberapa jam tidak melunasi.
Ia menegaskan, kedepan, apabila dalam dua tahun berturut-turut tidak melaporkan termasuk agenda rapat anggota tahunan, akan diberikan sanksi tegas.
--page
"Secara tegas akan kita bubarkan melalui rekomendasi kementerian koperasi," tandasnya.
Menurutnya, keberadaan koperasi nakal sangat merugikan masyarakat. "Pasti merugikan. Kasian masyarakat. Oleh sebab itu, kembali kami imbau, mari berkoperasi. Kalau mau berkoperasi, koordinasikan dulu dengan kami biar kami berikan penjelasan secara detail. Berkoperasi itu manfaatnya luar biasa," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








