SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum api membesar dan menghanguskan satu warung dan barak lima pintu, warga sekitar lokasi kejadian sempat mendengar suara ledakan dari bangunan yang berada di Jalan Anjar Soegianto, Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu.

"Saya tahu ada kebakaran saat mendengar adanya suara ledakan kecil. Saat diperiksa, ternyata warung dan baraknya Erikson terbakar," ucap Agus Sutyadi, Kamis (27/9/2018).

Warga berdatangan saat mengetahui api mulai membesar. Beberapa warga gotong royong memadamkan api dengan perlatan seadanya. Warga lainnya membantu mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari barak itu.

Menurut pengakuan warga, ledakkan kecil itu berasal dari tabung lemari pendingin yang berada dekat pintu masuk warung berukuran 4x8 itu. Pemadaman kebakaran tidak dibantu oleh petugas.

Bangunan berkonstruksi dinding beton berlantaikan kayu ulin itu kini hanya tersisa puing-puing dan arang. "Ledakkan itu ada sekitar dua kali. Kami menduga dari tabung mesin kulkas yang ada di samping pintu warung. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek Antang Kalang," jelas Agus. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)