BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengungkapkan, bahwa sudah ada calon peserta seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berani datang kepadanya dengan membawa sejumlah uang (nyogok)agar bisa diloloskan.
"Sudah ada yang menghubungi saya dan meminta diloloskan jadi CPNS dengan memberi sejumlah uang," ujar Supian, Kamis (27/9/2018).
Adanya hal itu membuat dirinya kaget, apalagi selama ini ia tidak pernah meloloskan seseorang dalam seleksi CPNS. Karena semuanya sudah diatur dan seleksi sangat ketat, bahkan diawasi langsung oleh KPK.
"Tahapan seleksi sendiri diawasi langsung oleh pusat dan juga KPK. Sehingga tidak bisa dimainkan nilai-nilai," kata Supian.
Nilai akan langsung keluar setelah peserta mengisi jawaban secara sistem CAT. Sehingga semua tidak dapat dipermainkan oleh siapapun. Bahkan, Supian sendiri tidak akan berani mengotak-atik hal tersebut. Karena tidak mau terjerat hukum yang ada saat ini.
--page
"Jadi jika ingin lolos seleksi CPNS, peserta harus mempersiapkan diri. Mulai dari pembelajaran ataupun berkas lainnya. Sehinga dengan harapan bisa lolos nantinya," ungkap Supian.
Sementara itu, pada 2018 ini, Kotim sendiri mendapatkan kuota CPNS mencapai 602 orang, terbagi menjadi dua formasi yakni pendidikan dengan jumlah 325 orang, kesehatan 275 orang, dan K2 dua orang. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








