PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari ini, Kamis (27/9/2018) asap akibat kebakaran hutan dan lahan terlihat tebal dan sangat menyengat. Sebagian masyarakat pun mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari pentakit Ispa atau sesak napas akibat menghirup asap.

"Saya merasa malas dan mengurangi kegiatan di luar rumah karena beberapa hari ini asap di Palangka Raya lumayan tebal dan sudah terasa menyengat, tidak enak saat bernapas," kata Ahmad, Kamis (27/9/2018).

Untuk meminimalisasi penyakit akibat kabut asap, dia mengaku selalu memakai masker. Kadang setiap 2 kali pakai, ia membeli masker baru karena mendapat saran apotek untuk tidak memakainya berulang-ulang.

"Harapannya kabut itu cepat hilang dan mudahan pelaku pembakar hutan sadar bahwa perbuatannya membahayakan kesehatan orang banyak," tuturnya.

Untuk meringankan beban masyarakat, Dinas Kesehatan Kalteng membagikan masker secara gratis di beberapa titik dan mempersilakan masyarakat atau organisasi mengambil langsung masker ke Kantor Dinas Kesehatan Kalteng. (GAZALI/B-2)