BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus meminta pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan desa-desa yang belum mendapatkan penerangan listrik.
Sejauh ini, menurut Parimus masih ada desa yang belum mendapatkan penerangan listrik dari pemerintah. Bahkan masyarakat terus berupaya secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik.
Parimus mengungkapkan, bagi masyarakat desa yang mampu mereka membeli listrik tenaga surya (PLTS) dan ada juga yang menggunakan generator set (genset).
Namun bagi yang tidak mampu tentunya akan menggunakan penerangan seadanya.
Mestinya pemenuhan kebutuhan energi listrik masyarakat menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah.
--page
"Sementara terkait rencana forum CSR mengaliri listrik untuk daerah sekitar kebun saya sangat mendukung," katanya, Kamis (27/9/2018).
Adanya kepedulian PBS untuk mengaliri listrik kepada warga disekitarnya sudah seharusnya itu dilakukan sejak dulu, ditengah kondisi beberapa desa yang belum mendapatkan penerangan listrik.
"Jika tidak dibantu, kondisi itu membuat desa-desa itu terlihat tertinggal dibandingkan dengan desa yang telah mendapatkan penerangan listrik," tukasnya.
Dijelaskannya masih banyak desa tidak teraliri listrik, ia menekankan agar ada peran pemerintah bersinergitas dengan PLN atau pihak ketiga lainnya untuk mengatasi masalah itu. (NACO/m)








