SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur HM Jhon Krisli mendorong agar pemerintah daerah harus mengoptimalkan segala sumber daya yang ada salah satunya untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Jhon, PAD Kotim memang saat ini masih kecil dibawah angka Rp500 miliar. Padahak potensi yang ada sangat besar tetapi sayangnya berbagai potensi ini tidak bisa digali lantaran ada benturan dan kendala lainnya.

Maka dari itu guna meningkatkan pendapatan harus ada sektor yang mestinya bisa meningkatkan yang belum digali secara optimal. Terutama berkaitan dengan pajak galian c misalnya.

Menurutnya, saat ini PAD Kotim hanya berkutat kepada sektor penarikan pajak bumi bangunan, pajak kendaraan bermotor, pajak rumah makan dan lain sebagainya.  Sektor tersebut memang masih bisa diandalkan. 

Namun, apabila kedepannya masih berkutat dengan sektor itu maka pendapatan Kotim tidak akan mengalami kenaikan signifikan.

--page

"Sedangkan dari sisi kebutuhan anggaran, daerah ini cukup banyak. Bahkan contohnya di APBD Perubahan 2018 ini, defisif meningkat hingga 200 persen dari proyeksi awal," kata Jhon,  (27/9/2018)

Menurutnya, PAD Kotim mengalami penurunan karena adanya pembatasan pemungutan dari pihak ketiga.  Dari sektor itu hampir Rp30 miliar berkurang. Sehingga tidak ada jalan lain selain meningkatkan PAD dari sektor lainnya.

"Saya menyarankan pemerintah daerah membuka peluang sebesar-besarnya untuk dibangun BUMD. Penyertaan modal ke BUMD itu siap di setujui di DPRD asalkan memang dikelola dengan baik oleh pejabat yang mumpuni," pungkasnya.(NACO/m)