BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim terus memantau perkembangan titik panas setiap harinya. Pantauan terbaru, dalam setiap hari ada perbedaan jumlah hotspot yang muncul.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Rihel menjelaskan, dalam seminggu terakhir ada tren peningkatan titik api.
"Setiap harinya ada peningkatan jumlah titik hotspot. Tapi terkadang di waktu tertentu menurun," kata Rihel.
Rinciannya, pada tanggal 22 Oktober ada 16 titik panas, 23 Oktober ada 12 titik, 24 Oktober ada 2 titik, 25 Oktober ada 35 titik, pada 26 Oktober ada 4 titik, dan tanggal 27 ada 58 titik. Sementara hari ini sudah ada 55 titik terpantau hingga sore.
"Kondisi terus kami pantau sekaligus upaya pemadaman dibantu personel terkait seperti TNI dan kepolisian," kata Rihel.
--page
Sejauh ini, kebakaran yang terjadi diduga ada unsur kesengajaan. Dengan modus dibakar lalu ditinggal.
"Polisi sudah menyelidiki kebakaran lahan di Jalan Pramuka. Sudah dipasang garis polisi," kata dia. (EKA YUSSRONA/B-11)








