BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Untung Jaya Bangas meminta supaya kearifan masyarakat lokal di kabupaten ini kembali dibangun.
Menurut dia, suku pertama mendiami wilayah Gumas yaitu Suku Dayak Ngaju (Dayak Kahayan) suku ini berbahasa Kahayan. Kemudian, Suku Dayak Ot Danum (Dayak Dohoi) atau Kadorih yang berbahasa Ot Danum/Kadorih.
"Dua suku ini sebenar persaudaraan bertalian erat sehingga kedua suku ini bayak persamaan budaya dan kearifan lokal yang hampir sama," terang Untung melakyi pesan Whats App, Jumat (28/9/2018).
Sehingga, lanjut Untung, kedua suku ini hidup rukun sejak nenek moyang dulu sehingga banyak Suku Dayak Kahayan dan Dayak Ot Danum mengawini diatara kedua suku ini sehingga itu juga menambah keharmonisan kedua suku ini yang mendiami wilyah Kabupaten Gunung Mas.
"Dalam kehidupan, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal kedua suku ini pun semuanya sama yaitu kearifan lokal bersosialisasi, bermasyarakat yaitu budaya saling membatu/bergotong royong, menghormati orang yang lebih tua, menjaga persaudaraan antara sesama," terang Untung.
--page
Kemudian, lanjut dia, budaya dalam mengelola hutan untuk tetap lestari, kearifan lokal membuka hutan untuk berladang guna memenuhi kebutuhan hidup dan menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan. Seperti dengan alat tangkap ikan seperti mihing, jala dan lainnya.
"Kearifan lokal seni budaya yaitu ngarungut, ngacapi, manari dan banyak lagi kearifan lokal yang sangat baik sebagai kekuatan suku asli yang pertama mendiami Gunung Mas, untuk dapat selalu dipertahankan sebagai identitas kita warga masyarakat Gunung Mas ini," cetusnya.
Menurut dia, kearifan lokal Suku Dayak belum tentu ada ditempat lain. Itu juga, lanjut dia, bisa dikembangkan sebagai seni berbudaya dalam industri pariwisata yang membuat orang lain datang melihat kehidupan lokal masyarakat Gunung Mas.
Maka kiranya mulai saat ini baik anak-anak muda, orang tua harus dapat bangga dalam mempertahankan kearifan lokal kita, jangan cepat terpengaruh oleh budaya dari luar atau belum tentu cocok dengan mqsyarakat Gumas.
"Jadi bangga lah menjadi orang Dayak " pesan dia. (EPRA SENTOSA/B-5)








