BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menegaskan pemerintah akan selalu hadir di dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Tengah.
Universitas Palangka Raya (UPR) salah satunya. "Karena disinilah nanti akan melahirkan orang-orang yang hebat. Namun, tanpa ditunjang dengan kebijakan pemerintah, mereka akan terhambat," ucap gubernur dihadapan mahasiswa UPR pada kegiatan dialog kebangsaan dan mimbar bebas, Jumat (28/9/2018).
Sugianto menuturkan, sejak dirinya dilantik menjadi gubernur pada 25 Mei 2016 lalu, ia berkeinginan meninjau kampus baik negeri maupun swasta.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya sudah dikunjungi. Demikian pula dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP). Kali ini giliran UPR.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan keluhan terhadap kondisi kampus saat ini. Termasuk penerapan UKT yang cukup mahal, tidak sesuai dengan penghasilan orang tua mahasiswa.
--page
"Semua nanti harus ada solusi. Tidak ada istilah terlambat. Pemerintah akan hadir dan berharap kedepan bisa menjadi universitas terdepan," ucap gubernur.
Ucapan tersebut semakin membuat mahasiswa optimis kampus akan maju, begitu gubernur mendatangani petisi kesepakatan semangat baru UPR menuju perubahan.
Penandatanganan juga dilakukan Rektor UPR, Andrie Elia Embang, Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran, Plt Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri dan pejabat lainnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








