PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Andrie Elia Embang menyebut akan mengkaji semua keluhan mahasiswa yang disampaikan langsung ke Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Jumat (28/9/2018). 

"Oleh karena itu, dengan kepemimpinan saya, saya akan berusaha melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas kampus," kata Elia Embang usai kegiatan dialog kebangsaan dan mimbar bebas di halaman rektorat kampus setempat. 

"Baik itu perbaikan manajemen, sistem maupun menjadikan kampus terstandarisasi sesuai apa yang ditentukan BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi)," imbuhnya. 

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UPR, Galih Septian berharap apa yang sudah menjadi komitmen pemerintah bisa benar-benar diterapkan di UPR. 

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan beragam keluhan. Salah satunya berkaitan dengan UKT yang nilainya cukup tinggi, tidak sesuai dengan penghasilan orangtua mahasiswa. 

--page

"UKT nya tinggi. Disini ada enam golongan. Terkadang dalam pembagian tidak sesuai kemampuan orang tuanya. Ada Rp7 juta, Rp8 juta di luar Fakultas Kedokteran. Kalau kedokteran, malah bisa mencapai Rp20 juta lebih per semester," ucapnya. 

Ia berharap, penerapan UKT di kampus tersebut bisa sesuai dengan penghasilan orangtua mahasiswa. Untuk yang miskin, paling tidak Rp500 ribu. Jika itu dinilai terlalu kecil, setidaknya bisa Rp1 juta per semester. (BUDI YULIANTO/B-5)